Kabar & Edukasi Kebencanaan
Arsip lengkap berita, peringatan dini, edukasi mitigasi mandiri, serta pengumuman operasional posko FRPB Pamekasan.
Pengumuman
11 Tahun Mengabdi, FRPB Pamekasan Pacu Semangat Relawan Hingga Jadi Garda Kemanusiaan Madura
Genap sebelas tahun sudah Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan hadir dan mengabdi untuk kemanusiaan. Berdiri sejak 1 November 2014, organisasi ini terus bertransformasi dari gerakan kecil para relawan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan aksi sosial di Kabupaten Pamekasan. Budi Cahyono, pendiri sekaligus Ketua FRPB Pamekasan, mengingat kembali awal mula terbentuknya forum tersebut. “Kami mulai dari niat tulus membantu sesama, tanpa dukungan besar. Semua berangkat dari semangat gotong royong dan keikhlasan,” ujarnya (31/10). Pada awal berdirinya tahun 2014, organisasi ini bernama Relawan Penanggulangan Bencana Pamekasan. Dua tahun kemudian, tepatnya November 2016, nama itu berganti menjadi Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk mengakomodasi lebih banyak organisasi kemanusiaan agar bisa bergabung tanpa menghilangkan identitas induk masing-masing. Langkah penting lainnya terjadi pada 2020, ketika FRPB Pamekasan memperoleh pengesahan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Dengan legalitas itu, FRPB semakin kuat secara kelembagaan dan diakui sebagai mitra resmi pemerintah daerah dalam bidang penanggulangan bencana. Seiring waktu, kiprah FRPB kian meluas. Sejak 2018, mereka aktif mengedukasi pelajar dan guru tentang mitigasi bencana. Program ini terus diperluas hingga 2025, mencakup sebelas sekolah di wilayah Pamekasan. Selain memberikan materi kebencanaan, para relawan juga menanamkan nilai kesiapsiagaan dan solidaritas sosial. Pada November 2023, salah satu relawan FRPB, Chandra Kirana, mencatat prestasi nasional dengan meraih juara tiga Guru Berprestasi Tingkat Nasional dari Kementerian Agama RI. Pencapaian itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh anggota forum. Awal 2025, FRPB kembali menunjukkan aksi nyata untuk lingkungan. Bersama TNI AL Batuporon dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), mereka menanam seribu bibit mangrove di Pantai Lembung Galis sebagai langkah mitigasi abrasi dan perubahan iklim. Tak lama berselang, pada Oktober 2025, FRPB melaksanakan latihan vertical rescue di Dam Samiran bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk meningkatkan keterampilan penyelamatan di medan ekstrem. Selain fokus pada kebencanaan, FRPB juga menjalankan layanan ambulans gratis bagi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari kepedulian sosial forum di luar situasi darurat bencana. “Kemanusiaan tidak hanya soal menolong saat bencana, tapi juga hadir di setiap kesulitan warga,” kata Budi Cahyono. Dalam bidang kaderisasi, FRPB aktif melibatkan relawan muda dalam kegiatan regional, termasuk Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana Jawa Timur 2025. Kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran dan regenerasi bagi para calon relawan tangguh. Memasuki usia sebelas tahun, FRPB Pamekasan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mengedukasi, membantu, dan menjaga semangat kemanusiaan di bumi Madura. “Relawan tidak menunggu bencana datang. Mereka belajar, bergerak, dan bertahan demi kemanusiaan,” tutup Budi Cahyono.
Berita Posko
Dukung Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, FRPB Sumenep Siagakan SDM dan Unit Ambulans
Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Sumenep menyiagakan personel beserta armada ambulans di Pelabuhan Kalianget untuk mendukung proses evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap operasi kemanusiaan yang melibatkan tim gabungan dalam penanganan korban insiden kebakaran kapal di perairan utara Sumenep. Koordinator FRPB Sumenep, Maryono, mengatakan relawan disiagakan untuk membantu proses evakuasi serta memberikan layanan medis apabila diperlukan. “FRPB Sumenep menyiagakan ambulans beserta personel di Pelabuhan Kalianget untuk membantu proses evakuasi korban. Kami siap bersinergi dengan Basarnas, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini,” ujarnya. Menurut Maryono, seluruh personel akan tetap bersiaga hingga proses evakuasi dan penanganan korban dinyatakan selesai. Ia menegaskan, semangat gotong royong dan kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Diketahui, KMP Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Pelabuhan Kalianget menjadi salah satu titik utama dalam proses penanganan dan evakuasi korban. Operasi penyelamatan melibatkan Basarnas, KSOP, SROP Kalianget, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur relawan.
Pengumuman
Dari Bibit ke Mitigasi, FRPB Tanam 260 Pohon di Trawas
Upaya mitigasi bencana terus digencarkan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB). Kali ini, puluhan relawan dari FRPB Surabaya dan Pamekasan melakukan aksi penanaman ratusan bibit pohon di kawasan Obis Camp, Trawas, Sabtu (2/5). Sebanyak 260 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Rinciannya meliputi 200 vetiver, 20 asam jawa, 10 glodokan, 20 tabebuya, serta 10 sengon. Penanaman ini difokuskan pada area rawan longsor guna memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan lingkungan. Ketua FRPB Kabupaten Pamekasan, Budi Cahyono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko bencana tanah longsor. “Penanaman dilakukan untuk mencegah longsor dan menjaga stabilitas tanah,” ujarnya. Ia menambahkan, seluruh bibit yang digunakan merupakan hasil pembibitan mandiri dari FRPB Pamekasan. Hal ini menjadi bentuk kemandirian sekaligus komitmen organisasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Aksi tersebut sekaligus menjadi ajang peningkatan kapasitas bagi anggota FRPB dari dua daerah. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota FRPB Surabaya serta Pamekasan turut ambil bagian. Selain penanaman, kegiatan ini juga diisi dengan koordinasi dan penguatan peran relawan dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Diharapkan, kolaborasi lintas daerah ini mampu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Timur. Aksi penghijauan ini menjadi bukti riel bahwa peran relawan tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam upaya mitigasi dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Pengumuman
Relawan FRPB Pamekasan Perkuat Respons Darurat di Kawasan Erupsi Semeru
Tim Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pamekasan tiba di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur, pada Sabtu pagi (29/11/2025). Kehadiran mereka menambah kekuatan dalam operasi kemanusiaan yang masih berlangsung intensif di lapangan. Rombongan relawan berangkat sejak dini hari membawa perlengkapan pendukung, mulai dari logistik dasar, peralatan pertolongan pertama, hingga perangkat evakuasi. Sesampainya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan posko induk untuk memetakan area terdampak serta menentukan sektor prioritas. Ketua FRPB Pamekasan, Budi Cahyono, menegaskan bahwa keberangkatan tim merupakan bentuk solidaritas sekaligus komitmen mendukung percepatan penanganan darurat di kawasan Semeru. Ia menyebut fokus utama tim meliputi evakuasi, asesmen kebutuhan mendesak, serta dukungan logistik di titik-titik yang masih sulit dijangkau. “Kami hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah menghadapi situasi darurat. Kami siap menguatkan tugas-tugas kemanusiaan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya. Usai koordinasi awal, tim FRPB langsung diterjunkan ke sejumlah sektor yang membutuhkan tambahan personel, termasuk kawasan pemukiman yang tertutup material vulkanik dan beberapa titik pengungsian. Cuaca yang fluktuatif serta akses jalan yang belum sepenuhnya pulih menjadi tantangan dalam proses penanganan. Kehadiran relawan dari Pamekasan mendapat apresiasi dari petugas posko maupun warga setempat. Mereka berharap kolaborasi antarrelawan dapat mempercepat pemulihan dan memastikan seluruh kebutuhan mendesak korban terpenuhi. Hingga laporan ini disusun, tim FRPB Pamekasan masih bersiaga dan terus melakukan pemantauan di berbagai titik. Masa tugas mereka dijadwalkan berlangsung beberapa hari ke depan dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.
Pengumuman
Sinergi FPRB Pamekasan dan TNI AL: Mitigasi Bencana Lewat Pembibitan Mangrove dan Vetiver
Dalam langkah konkret mitigasi bencana berbasis ekosistem, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Pamekasan berkolaborasi dengan TNI AL Batuporon, FRPB, KTH Sabuk Hijau Pamekasan, serta DKAC Palengaan dalam kegiatan pembibitan mangrove dan vetiver di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, pada 23 Februari 2025. Program ini menjadi strategi utama dalam mengatasi abrasi pantai serta mengantisipasi ancaman gelombang pasang melalui penanaman 1.000 bibit mangrove. Tak hanya itu, upaya pencegahan longsor juga diperkuat dengan penanaman 200 bibit vetiver, yang memiliki sistem perakaran dalam dan kuat untuk mengurangi erosi tanah di kawasan rawan. Budi Cahyono, pegiat lingkungan dan penanggulangan bencana dari Bakorwil IV, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar penghijauan, melainkan langkah strategis dalam menghadapi perubahan iklim serta membangun ketahanan lingkungan. “Pembibitan dan perawatan mangrove serta vetiver ini merupakan investasi ekologis jangka panjang, yang tidak hanya melindungi wilayah pesisir, tetapi juga mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat sekitar,” ujarnya. Bibit vetiver yang digunakan dalam program ini merupakan hasil kerja sama dengan Tagana Rengel, Tuban, sedangkan bibit mangrove berasal dari budidaya mandiri yang dilakukan bersama KTH Sabuk Hijau Lembung. Lebih dari sekadar penanaman, komunitas ini juga aktif dalam merawat bibit mangrove yang telah disemai beberapa bulan sebelumnya guna memastikan pertumbuhan yang optimal dan dampak lingkungan yang maksimal. Antusiasme masyarakat terhadap program ini begitu tinggi, mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan ekosistem. Mereka berharap program serupa terus berlanjut dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk instansi pemerintah dan kelompok masyarakat lainnya, demi memperkuat ketahanan lingkungan di Pamekasan. Sinergi antara komunitas, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat ini membuktikan bahwa mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan semangat gotong royong, perlindungan ekosistem pesisir dan daratan pun dapat diwujudkan secara berkelanjutan, demi masa depan yang lebih aman dan lestari.
Data Pelayanan & Aksi Relawan
Catatan riwayat pelayanan ambulan, peminjaman oksigen, dan kursi roda untuk umum.
174
Pelayanan Ambulan8
Peminjaman Oksigen0
Kursi Roda15
Penanganan Bencana19
Sosialisasi6
SPAB1
Standby EventSosialisasi dan simulasi Water Rescue
Armada: FRPB 002 KIJANG BALAP
Tujuan: Kolam Renang Desa Gagah, Kec. Kadur
Relawan: Juli Purnama, Zain Matin Septa A, Imam Bukhori M, Faris Susanto, Dian Cahyanti, Siska Ayu Dwi Puspita, Sitti Ummaimah, Frida Wulansari